Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kutai Kartanegara Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin

Bawaslu Kutai Kartanegara Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin

Samarinda, 23 Juni 2025 — Sebagai bagian dari komitmen dalam mengawal tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kutai Kartanegara menghadiri prosesi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara terpilih, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, yang dilaksanakan di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada hari ini.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, sebagai penutup resmi dari seluruh rangkaian proses Pemilihan di Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi.

Kehadiran jajaran Bawaslu Kukar dalam agenda tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang proses pengawasan pemilihan kepala daerah, yang telah dilaksanakan secara menyeluruh sejak awal tahapan pencalonan, masa kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi hasil, hingga proses penyelesaian sengketa di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Bawaslu Kukar menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini bukan hanya menjadi simbol dimulainya masa kepemimpinan baru di Kutai Kartanegara, tetapi juga menjadi refleksi atas peran dan tanggung jawab lembaga pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi lokal. 

Bawaslu Kukar juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terbangun bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk KPU, aparat keamanan, pemerintah daerah, media, dan masyarakat sipil, yang bersama-sama mendukung terselenggaranya Pilkada yang jujur, adil, dan bermartabat.

Dengan berakhirnya tahapan Pilkada 2024, Bawaslu Kukar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan partisipatif dan meningkatkan kualitas demokrasi lokal di masa yang akan datang.