Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Online Menyambut Pilkada, Ali Mukid : Kontribusi dan Peran HMI dibutuhkan Masyarakat Pada Pi

Diskusi Online Menyambut Pilkada, Ali Mukid : Kontribusi dan Peran HMI dibutuhkan Masyarakat Pada Pi

Tenggarong, Bawaslu Kukar – Gerakan Kader setiap organisasi kemahasiswaan sejatinya memiliki nilai dan asas yang sangat principle yang akan dijunjung, begitu pula dengan organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) yang bersifat independen, hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara, Mursid Mubarak, dalam membuka agenda diskusi online melaui video conference pada Senin (11/5/20) malam.

Mursid mengatakan, apapun yang dilakukan HMI adalah bertujuan untuk menegakkan kebenaran.

“Setiap individu kader kita tidak berpihak kepada apapun, baik yang berkaitan dengan kepentingan golongan ataupun partai politik,” tegasnya.

Ditambahkan pula oleh Mursid, independensi HMI tidak hanya sekedar sifat, tetapi independensi HMI merupakan kekuatan dasar dari organisasi yang dapat mempertahankan eksistensi HMI sampai ke usia 73 tahun tersebut.

Selanjutnya, Anggota Bawaslu Kukar, Ali Mukid selaku narasumber dalam diskusi tersebut beranggapan, perlunya independensi organisasi yang nilainya juga dapat sampai kepada masyarakat.

“Kehadiran HMI hadir ditengah masyarakat dengan harapan memberikan penyadaran politik bagi masyarakat ditengah kontestasi politik yang bakal berlangsung di Kutai Kartanegara, sehingga eksistensinya sebagai organisasi independen dapat berkontribusi terhadap pendidikan politik yang mencerahkan, sehingga dengan kehadirannya dapat sama-sama mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berkualitas,” tuturnya.

Ia juga beranggapan organisasi layaknya HMI dituntut untuk mampu dalam menempatkan posisinya dalam pesta demokrasi yang akan datang bersama penyelenggara pemilu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kukar, M. Rahman yang turut hadir dalam diskusi tersebut menambahkan konsepsi kemurnian berpikir yang dimiliki mahasiswa sangatlah penting dalam terciptanya demokrasi di negeri ini.

“Perlunya kebebasan berpikir yang dimiliki setiap individu untuk memandang sebuah nilai dasar perjuangan atau kepemimpinan yang menjadi tolak ukur kita sebagai makhluk individu maupun social,” ungkap Rahman.

Ia menambahkan HMI sebagai organisasi independen bersama Bawaslu memiliki tantangan untuk menciptakan pesta demokrasi yang tidak hanya damai, namun juga harus tanpa kecurangan.

Harapannya, dengan adanya diskusi ini dapat mewujudkan ruang berpikir untuk menghasilkan gagasan-gagasan dalam menggapai independensi organisasi dan lembaga.

Penulis : Mery Anggarda Pratiwi