Lompat ke isi utama

Berita

Dua Hari Mengawasi Verfak : Masih Ada “Kecanggungan” Petugas Verfak

Dua Hari Mengawasi Verfak : Masih Ada “Kecanggungan” Petugas Verfak

Tenggarong - Pelaksanaan Verfak dukungan bakal calon perseorangan telah berlangsung 2 (dua) hari. PPS dan Verifikator tambahan turun dari pagi hingga sore, ada juga yang sampai malam. Tentunya dengan pengawalan oleh pengawas kelurahan/desa dan di supervisi oleh anggota Panwaslu Kecamatan.

Semua dilakukan, guna memastikan bahwa nama-nama yang terdaftar dalam form rekap dukungan bakal calon perseorangan ter-verifikasi tepat waktu dan tentunya secara baik dan tepat.

Dua hari verfak yang dilakukan, rupanya masih ada saja rasa canggung yang dilakukan oleh petugas verfak. Misalnya cara menjelaskan kepada pihak yang di verfak.

Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kecamatan Tenggarong, Martain, yang turun langsung melakukan supervisi terhadap kegiatan verfak hari ini (30/6/2020), mengatakan perlunya ada perbaikan terhadap gaya komunikasi petugas verfak, agar pihak yang di verfak merasa nyaman dan dengan senang hati untuk di verfak.

“Dalam hemat kami, dari supervisi yang dilakukan pada hari ini. Masih ada PR yang harus di selesaikan oleh petugas verfak, pada saat verfak, khususnya berkenaan dengan public speaking dari para petugas verfak. Pasalnya tidak sedikit warga yang akan di verfak menunjukkan gestur penolakan pada saat akan di verfak. Mestinya para petugas awal-awal harusnya memperkenalkan diri dengan baik, menunjukkan identitas atau surat tugas sebagai petugas verfak, kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, sehingga warga yang akan di verfak paham dan mau untuk di verfak,” katanya.

Sementara itu Ketua Panwaslu Tenggarong, Ahmad Syaddulaini, yang turun langsung melakukan supervisi di Kelurahan Loa Tebu, juga menyatakan hal yang serupa, berkenaan dengan petugas verfak.

“Kami menemukan, masih ada petugas verfak yang benar-benar belum memahami dengan baik tugasnya, termaksud juga dengan cara komunikasi mereka dengan orang yang di verfak, sehingga ini perlu untuk di perbaiki agar tidak ada halangan pada saat verfak,” ujarnya.

Namun demikian, secara keseluruhan para petugas verfak sudah berusaha yang terbaik untuk menjalankan tugas-tugasnya. Termaksud juga kaitannya dengan penggunaan APD dan tidak melakukan kontak fisik (salaman) dengan warga yang di verfak.

“Tapi walau begitu, pantauan kami di lapangan, rekan-rekan petugas verfak sudah berusaha untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Protap kesehatan juga sudah mereka terapkan, tidak bersalaman, menggunakan face shield, membawa handsanitizer dan juga menggunakan sarung tangan, untuk meminimalisir penyebaran covid,” tambahan dari Muhammad Hariyansyah, selaku Kordiv PHL Panwaslu Kecamatan Tenggarong.

Verfak ini akan berlangsung selama empat belas hari, hingga 12 Juni 2020. Hasil verfak perhari juga selalu di laporkan oleh Pengawas Kelurahan dan Desa, begitu juga dengan form A pengawasan, kepada Panwaslu Kecamatan Tenggarong.

Sumber : Humas Panwaslu Kecamatan Tenggarong