Efektifitas Pelatihan Penulisan Secara Online
|
Tenggarong, Bawaslu Kukar – Kebijakan social distancing sejak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia telah diberlakukan di berbagai institusi, serta lembaga. Hal ini membuat para profesional di bidangnya untuk mengadakan beragam kegiatan yang dikemas melalui media dalam jaringan (daring) untuk berbagi ilmu dan keahlian melalui media sosial atau aplikasi, dan tidak terkecuali bagi Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur.
Untuk kedua kalinya pada Kamis (30/4/2020) Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan pelatihan penulisan berita untuk Publikasi Pilkada 2020 melalui video conference dengan Narasumber yang sama seperti pertemuan pelatihan sebelumnya, yaitu Agus Susanto yang merupakan mantan Direktur Bontang Post yang juga saat ini sebagai Anggota Bawaslu Kota Bontang. Kegiatan ini di pimpin oleh Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Hubal Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Ramli yang di dampingi Kabag Divisi Humas dan Pengawasan, Andri Purwanta.
Pelatihan secara daring ini terbukti efektif dan juga menarik, karena pada pelatihan kedua ini peserta yang sebelumnya mengikuti pelatihan pada kesempatan ini terlihat mengikuti kembali. Dikatakan cukup efektif karena pada pertemuan sebelumnya peserta di tugaskan untuk membuat berita dan dikumpulkan kurang dari 24 jam, sebagian besar peserta mengumpulkan tugasnya. Hal ini menunjukkan tujuan utama pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas melalui berbagai kerja-kerja kehumasan seperti penyampaian dalam bentuk berita akan tercapai.
Untuk terus memperbaiki cara menulis berita maka pada kesempatan ini berita yang telah dikumpulkan dievaluasi satu per satu. Semua dibahas dari sisi kelebihan dan kekurangannya dalam menulis.
Agus mengatakan, hal yang perlu diperhatikan dalam konteks penulisan berita adalah lead berita yang berkesinambungan dengan isi keseluruhan berita dan pentingnya ketelitian dalam menuangkan kosakata menjadi kalimat.
“Teliti dalam menyampaikan berita itu sangat penting, setelah tulisan selesai kita harus membaca ulang berita dan memposisikan diri sebagai pembaca,” terangnya.
Agus menegaskan bahwa keahlian dalam menulis didapat dengan kebiasaan rutinitas dalam menulis. “Tidak ada yang tidak bisa menulis, semua bisa menulis, semua harus dipaksa, harus ada target dalam menulis agar kita bisa meningkatkan keahlian dalam menulis, pada awal nya saya juga bukan seorang penulis berita.” Ungkapnya.
Pada akhir pertemuan Ramli mengatakan “Pada pertemuan ini sangatlah banyak ilmu yang kita dapat yaitu mengetahui dimana letak kesalahan-kesalahan dalam menulis dan tahu bagaimana cara kita untuk memperbaikinya”.
Ramli juga menyimpulkan beberapa poin untuk menjadi penulis yang baik. Menurutnya keahlian menulis dapat diperlancar dengan membaca, banyak membaca dan meniru tulisan orang lain, mencoba untuk membuat berita dari isu nasional ke isu lokal, serta selalu membaca berulang-ulang berita yang telah ditulis untuk meminimalkan kesalahan dalam menulis berita.
Diakhir pertemuan ini, Agus selaku Narasumber memberikan arahan kepada peserta untuk membuat berita dengan tema yang dapat ditentukan oleh masing-masing orang, hal ini akan dijadikan bahan evaluasi kedua dalam pertemuan pelatihan menulis ini dengan tujuan peserta telah memahami konteks dan tekhnis penulisan.
“Diharapkan para peserta tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama pada penulisan yang kedua ini karena semua kesalahan dan perbaikannya telah dibahas pada kesempatan ini. Hal ini juga dibuat untuk memantau seberapa besar efektifnya pelatihan penulisan secara online,” tutupnya. (*)
Penulis : Koniatul Izzah
Editor : Mery Anggarda Pratiwi