Kajian Tematik Pengawasan, Yulia Sampaikan Akurasi DPT Menjadi Barometer Pengawasan
|
Tenggarong, Bawaslu Kukar - Persoalan daftar pemilih tetap (DPT) kerap kali terjadi dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada. Terkait hal tersebut, Yulia Parlina Anggota Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara memaparkan strategi dalam proses pengawasan pemutakhiran daftar pemilih tetap. “Dalam mewujudkan suatu pemilihan yang bersifat demokratis, perlu adanya pengawasan di setiap tahapan”, jelasnya dalam acara Senin Ceria Senin (25/10/2021). Kegiatan ini merupakan kajian pengawasan rutin setiap minggu yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur.
Temuan yang sering terjadi antara lain seperti pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak masuk dalam DPT, pemilih yang tidak mmenuhi syarat tapi masuk dalam DPT hingga pemilih ganda identik. “Pemilih yang belum berumur 17 tahun dan belum/pernah menikah, pemilih yang telah meninggal dunia, hingga pemilih fiktif ini masih sering muncul dalam DPT”, ujar Yulia.
Lanjutnya, Selain itu masih terbatasnya akses informasi/data sebagai pengawas menyebabkan kurang maksimalnya dalam pencermatan data. Tak kalah pentingnya sumber daya manusia yang tak sebanding antara petugas pemutakhiran data dengan pengawas kelurahan/desa juga menjadi kendala.
Dari beberapa masalah yang telah dijelaskan Yulia menyarankan agar ditingkatkannya koordinasi yang baik antara lembaga pemerintah yang berhubungan data kependudukan dengan KPU dan Bawaslu sebagai Penyelenggara sehingga data yang dimutakhirkan menjadi lebih akurat.
Penulis : Tri Wahyudi