Lompat ke isi utama

Berita

Sosialisasi Hasil Survey Nasional Update Pemetaan Kerawanan Pilkada 2020

Bawaslu RI menggelar sosialisasi hasil survey nasional update pemetaan kerawanan Pilkada 2020 yang di hadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur dan Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait kerawanan pilkada di tahun 2020 berdasarakan kepada 4 konteks utama yaitu konteks sosial, konteks politik, konteks dukungan infrastruktur dan konteks pandemi.

Kepala Subbagian APP Wilayah.II Bawaslu RI selaku narasumber, Bre IJ menyampaikan bahwa netralitas ASN merupakan indikator kerawanan yang pasti ada hampir di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. ”Adanya putusan KASN terkait tidak netralnya ASN dan adanya laporan terhadap kasus tidak netralnya ASN yang terjadi hampir di seluruh Kabupaten/Kota Se-Kalimantan timur” ujar Bre IJ.

Ia melanjutkan adanya hambatan pekerjaan penyelenggara pemilu karena jaringan internet dikantor penyelenggara pemilu di sebagian besar tingkat kecamatan dan keluarahan/desa. 

“Kerawanan yang tinggi pada konteks dukungan infrastruktur termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara dikarenakan adanya wilayah yang masih terdapat gangguan terkait minimnya jaringan internet,” kata Bre IJ.

Sedangkan untuk konteks pandemi terdapat di kota Balikpapan hal ini didasari oleh adanya tingkat pasien positif dan perubahan zona dari hijau ke merah.

Namun untuk Kabupaten/Kota yang tingkat kerawanan pada konteks pandemi harus tetap waspada hal ini disampaikan oleh Ilham Yamin Kabag Analisis Teknis Pengawasan dan Potensi Pelanggaran Setjen Bawaslu RI yang juga menjadi narasumber. ”Kita harus tetap waspada terhadap sebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di Indonesia” ujar Ilham.

Secara khusus data dan informasi riset Indek Kerawanan Pilkada di transformasi untuk mengambil keputusan kebijakan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota.

Penulis : Suriansyah 

Editor : Mery Anggarda Pratiwi