Lompat ke isi utama

Berita

Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat, Ali Mukid Hadir Sebagai Narasumber

Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat, Ali Mukid Hadir Sebagai Narasumber

Tenggarong, Bawaslu Kukar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Kartanegara gelar Sosialisasi Pendidikan Politik Masyarakat di gedung serba guna Kecamatan Marangkayu, turut hadir tokoh adat, masyarakat, agama, Marangkayu, Jum’at (25/3/2022). 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Rinda Desianti menyampaikan bahwa pemilu itu merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan setiap lima tahun (5 tahun) sekali. Dimana pemilu itu memiliki pengaruh penting dalam perkembangan demokrasi di negara kita, demokrasi itu tidak akan berjalan baik apabila tidak dibangunnya budaya politik. Salah satunya budaya politik yang sekarang marak dari setiap gelaran pemilu adalah politik uang (money politic). Dimana ada proses transaksional yang dilakukan oleh oknum atau masyarakat atas hak yang dimilikinya yaitu berupa suara, jadi sering kali terpilihnya pemimpin pada pemilu itu bukan dikarenakan kapasitas dan kualitasnya, tapi lebih dikarenakan proses transaksi atau jual beli suara yang dilakukan antara calon pemimpin dan masyarakat menjelang pemilu. 

Ketua KPU Kukar Purnomo selaku narasumber pertama dalam kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya demokrasi pemilu dan partisipasi. Oleh sebab itu tugas pokok Komisi Pemilihan Umum (KPU) selain penyelenggara teknis, salah satu tugas KPU juga menyampaikan informasi kepada pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang pemilu termasuk juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. 

Dilanjutkan Anggota Bawaslu Kukar Ali Mukid selaku narasumber kedua dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa demokrasi itu adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan utuk rakyat, tentu hal itu diwujudkan dalam bentuk pesta demokrasi yang dilaksanakan secara langsung. Pemilu itu adalah sarana kedaulatan rakyat dimana setiap warganya diberikan hak memilih dan dipilih. 

Harapannya, peran tokoh adat, masyarat, agama, dan sebagainya dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sehingga kita menginginkan kualitas pemilu maupun pemilihan di Kutai Kartanegara menjadi lebih baik. 


Penulis : Syachfur Hakim