Bawaslu Kutai Kartanegara Terima Mahasiswa Unikarta untuk Penelitian Skripsi tentang Edukasi Politik Pemilih Pemula
|
Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara menerima kunjungan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Abdus Salam, pada pagi hari ini (Rabu, 24 Juni 2026) dalam rangka pelaksanaan penelitian skripsi. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan izin penelitian yang sebelumnya telah diajukan oleh mahasiswa yang bersangkutan dan telah mendapatkan persetujuan resmi dari Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penelitian yang dilakukan mengangkat judul “Strategi Bawaslu Kukar dalam Memberikan Edukasi Politik Pemilih Pemula Pemilu Tahun 2024 (Studi Kasus di Kecamatan Tenggarong)”. Dalam pelaksanaannya, Abdus Salam melakukan wawancara langsung dengan Anggota Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Munir Anshory, S.Sos., sebagai narasumber utama.
Wawancara tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait berbagai strategi yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara dalam meningkatkan pemahaman politik dan partisipasi pemilih pemula, khususnya di wilayah Kecamatan Tenggarong pada Pemilu Tahun 2024. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran Bawaslu dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
Dalam sesi wawancara, pembahasan difokuskan pada lima topik utama yang menjadi kerangka penelitian. Topik pertama membahas mengenai strategi, faktor-faktor pendukung, dan penghambat dalam pelaksanaan edukasi politik kepada pemilih pemula. Pada bagian ini, dibahas berbagai aspek yang memengaruhi efektivitas penyampaian pendidikan politik, baik dari sisi sumber daya, dukungan stakeholder, maupun tantangan yang dihadapi di lapangan.
Topik kedua mengulas dampak dari kegiatan edukasi politik yang telah dilakukan Bawaslu. Pembahasan ini menitikberatkan pada sejauh mana edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan sikap kritis pemilih pemula dalam menghadapi proses demokrasi.
Selanjutnya, topik ketiga membahas metode edukasi yang digunakan oleh Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara. Berbagai pendekatan yang diterapkan dalam memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula menjadi fokus diskusi, termasuk pemanfaatan media sosial, kegiatan sosialisasi tatap muka, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat.
Pada topik keempat, wawancara membahas upaya peningkatan pemahaman politik pemilih pemula. Dalam pembahasan ini dijelaskan berbagai program dan strategi yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kepemiluan, pentingnya hak pilih, serta pengawasan partisipatif dalam proses demokrasi.
Adapun topik kelima berfokus pada peningkatan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu. Diskusi ini menyoroti berbagai langkah yang dilakukan Bawaslu untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab, serta membangun kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam menentukan arah pembangunan melalui mekanisme demokrasi.
Melalui kegiatan penelitian ini, Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara berharap dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kepemiluan dan pendidikan politik. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bahan kajian akademis sekaligus masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas program edukasi politik dan partisipasi masyarakat pada Pemilu yang akan datang.
Penulis dan Foto : Lirandifa Putri Suratna
Editor : Tim Humas Bawaslu Kukar